Nihilisme Nietzsche
Posted by Usul Pujiono E on 02.36 with 2 comments
“Tuhan sudah mati, dan Tuhan tetap mati. Dan
kita telah membunuhnya. Bagaimanakah kita pembunuh dari semua pembunuh,
menghibur diri kita sendiri? Yang paling suci dan paling perkasa dari semua
yang pernah dimiliki dunia telah berdarah hingga mati di ujung pisau kita
sendiri. Siapakah yang akan menyapukan darahnya kita? Dengan air apakah kita
dapat menyucikan diri kita? Pesta-pesta penebusan apakah, apa perlu permainan-permainan
suci yang perlu kita ciptakan? Bukankah kebesaran dari perbuatan ini terlalu
besar bagi kita? Tidakkah seharusnya kita sendiri menjadi tuhan-tuhan
semata-mata supaya layak akan hal itu (pembunuhan Tuhan)?”
ngeri brooowwwwww
BalasHapusbener juga om
BalasHapus