Atheisme Sigmund Freud
Posted by Usul Pujiono E on 05.14 with No comments
Sigmund Freud adalah seorang psikiater
yang menciptkan dan mengembangkan metode Psikoanalisis. Suatu
metode/teori yang kemudian menjadi salah satu aliran besar dalam
psikologi. Freud mengikuti alur berpikir Feuerbach dengan filsafat
reduksionisme-nya bahwa agama “tak lain daripada…”
Buku karya Freud
yang menyatakan atheismenya adalah Totem and Taboo (1913) dan Moses and
Monotheism (1938). Menurut Freud, ritual-ritual keagamaan mempunyai
kemiripan dengan ritual yang ada dalam
gangguan obsesif-kompulsif. Obsesif-kompulsif adalah suatu gangguan
psikologi (psychological disorder) dimana seseorang tidak mampu menahan
keinginannya untuk melakukan suatu gerakan/aktivitas berulang-ulang,
misalnya mencuci tangan berkali-kali, dll. Freud juga mengatakan
“neurosis as an individual religion, religion as a universal obsessional
neurosis”. Suatu pernyataan yang jelas mengaitkan antara agama dan
neurosis.
Dilain pihak, Freud juga mengatakan bahwa agama tak lain daripada sublimasi insting-insting seksual. Teori Psikoanalisis Freud dibangun diatas satu konsep yang disebut Psikoseksual, bahwa dorongan-dorongan seksual (sexual drive/libido) adalah dorongan yang terutama dalam diri manusia yang membuat manusia itu bisa bertahan hidup. Sedangkan sublimasi adalah salah satu mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) yang dibangun manusia untuk menyeimbangkan egonya dari dorongan-dorongan yang berasal dari ketidaksadaran. Insting-insting seksual manusia harus diberi bentuk lain agar dapat diterima secara sosial, dan semuanya itu ada dan tampak dalam agama. Agama adalah sublimasi dari insting-insting seksual manusia agar dapat diterima oleh masyarakat.
Dilain pihak, Freud juga mengatakan bahwa agama tak lain daripada sublimasi insting-insting seksual. Teori Psikoanalisis Freud dibangun diatas satu konsep yang disebut Psikoseksual, bahwa dorongan-dorongan seksual (sexual drive/libido) adalah dorongan yang terutama dalam diri manusia yang membuat manusia itu bisa bertahan hidup. Sedangkan sublimasi adalah salah satu mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) yang dibangun manusia untuk menyeimbangkan egonya dari dorongan-dorongan yang berasal dari ketidaksadaran. Insting-insting seksual manusia harus diberi bentuk lain agar dapat diterima secara sosial, dan semuanya itu ada dan tampak dalam agama. Agama adalah sublimasi dari insting-insting seksual manusia agar dapat diterima oleh masyarakat.
0 komentar:
Posting Komentar