Heidegger di Perancis
Posted by Usul Pujiono E on 06.17 with 2 comments
Disunting oleh Andy Ross
Martin Heidegger memiliki berdiri lebih tinggi di Perancis daripada di Jerman.
Le Monde wartawan Nicolas Weill menulis bahwa volume berikutnya karya
lengkap Heidegger menjanjikan jawaban pasti atas pertanyaan apakah
Heidegger adalah percaya seumur hidup dalam ide-ide Nazi.
Heidegger bergabung dengan NSDAP Mei 1933, segera setelah asumsi rektor dari Universitas Freiburg. Dia cepat mengatur tentang pembentukan Führerprinzip ada. Dalam pidato pelantikannya sebagai rektor, ia menegaskan bahwa pemikiran tradisional tentang kebebasan akademik yang kosong dan bahwa kebebasan nyata terletak pada tubuh siswa Jerman yang sekarang pawai. Tapi dia mengundurkan diri setelah bertengkar dengan menteri di Berlin. Sebuah komisi denazification pascaperang menyimpulkan bahwa tidak ada bahaya bahwa Heidegger akan pernah lagi mempromosikan ide-ide Nazisme.
Heidegger datang untuk percaya bahwa saat ini ditandai dengan melupakan Menjadi yang menunjukkan dirinya dalam dominasi global ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Dia datang untuk menganggap Nazisme hanya sebagai perwujudan lain dari nihilisme dari zaman modern.
Jean-Paul Sartre mengaku berasal dari Heidegger sebuah eksistensialisme menurut mana manusia bebas untuk memutuskan esensi sendiri. Tapi Heidegger mengatakan Sartre mengambil begitu saja bahwa esensi manusia terletak pada tindakan atau keputusan dan merindukan pertanyaan yang lebih mendasar tentang makna Menjadi.
Heidegger muncul di kancah Perancis pasca perang sebagai kritikus teknologi dan modernitas. Tapi kritik dari biologism yang Heidegger dikembangkan tidak bertentangan dengan pandangan dunia Nazi. Dia menolak teori rasial Nazi belum ditahan konsepsi metafisik ras. Dia hanya keberatan dengan landasan teori biologistic dalam konsepsi Darwin hidup.
Heidegger bergabung dengan NSDAP Mei 1933, segera setelah asumsi rektor dari Universitas Freiburg. Dia cepat mengatur tentang pembentukan Führerprinzip ada. Dalam pidato pelantikannya sebagai rektor, ia menegaskan bahwa pemikiran tradisional tentang kebebasan akademik yang kosong dan bahwa kebebasan nyata terletak pada tubuh siswa Jerman yang sekarang pawai. Tapi dia mengundurkan diri setelah bertengkar dengan menteri di Berlin. Sebuah komisi denazification pascaperang menyimpulkan bahwa tidak ada bahaya bahwa Heidegger akan pernah lagi mempromosikan ide-ide Nazisme.
Heidegger datang untuk percaya bahwa saat ini ditandai dengan melupakan Menjadi yang menunjukkan dirinya dalam dominasi global ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Dia datang untuk menganggap Nazisme hanya sebagai perwujudan lain dari nihilisme dari zaman modern.
Jean-Paul Sartre mengaku berasal dari Heidegger sebuah eksistensialisme menurut mana manusia bebas untuk memutuskan esensi sendiri. Tapi Heidegger mengatakan Sartre mengambil begitu saja bahwa esensi manusia terletak pada tindakan atau keputusan dan merindukan pertanyaan yang lebih mendasar tentang makna Menjadi.
Heidegger muncul di kancah Perancis pasca perang sebagai kritikus teknologi dan modernitas. Tapi kritik dari biologism yang Heidegger dikembangkan tidak bertentangan dengan pandangan dunia Nazi. Dia menolak teori rasial Nazi belum ditahan konsepsi metafisik ras. Dia hanya keberatan dengan landasan teori biologistic dalam konsepsi Darwin hidup.
Categories: Eksistensialisme, Heidegger
LUAR BIASA
BalasHapusSalam Eksistensialisme
BalasHapus